in ,

Interview Cosplayer: Crow, Sang Gagak Seribu Wajah

Crow Thumbnail

Cosplay singkatnya adalah jenis seni dimana seorang cosplayer tidak hanya menggunakan kostum, tapi juga menjadi karakter tersebut. Subkultur cosplay sekarang makin populer dalam beberapa tahun terakhir.

Kali ini penulis melakukan interview dengan seorang cosplayer yang dikenal sebagai Crow. Ia adalah cosplayer berumur 25 tahun asal Cirebon yang sudah berubah penampilan menjadi banyak karakter.

Bermulai dari Rin Kagamine dari Vocaloid, Magisa dari Granblue Fantasy, hingga Shimakaze dari Kancolle. Apa rencana Crow di masa depan?

Untuk menggali lebih dalam hidup Crow sebagai seorang cosplayer. Berbincang dari apa cosplay favoritnya, game apa yang Crow suka mainkan, hingga siapa dream cosplay Crow. Berikut rangkuman pembicaraan dengan Crow, sang Gagak dengan Seribu Wajah.

Sudah berapa lama cosplay?

Crow Nakigitsune

Kalau hitung dulu aku cosplay pakai baju dari lemari, buat kostum makeshift, itu sudah 11 tahun yang lalu. Tapi kalau kostum proper itu berarti 10 tahun yang lalu.

Cosplay pertama jadi siapa?

Full cosplay jadi Rin Kagamine sekitar 10 tahun yang lalu. Semuanya lengkap, mulai dari wig, contact lens, begitu juga kostum dan aksesorisnya.

Siapa yang menjadi inspirasi kamu cosplay?

Namanya Saya, pertama kali lihat sudah lama sekali di majalah Animonster.

Apa proyek cosplay favoritmu?

Crow Albedo

Albedo dari anime Overlord. Meski memang dulu ketika cosplay sayapnya hilang karena dibuat ibu kos, dikira sampah.

Baca juga:  Immersive Sim: Bukan Hanya Sebatas Permainan

Bisa dibilang suka duka ketika cosplay, prop hilang karena orang lain.

Crow suka main game atau tidak?

Crow Magisa

 

 

Suka kok! Kebanyakan main game smartphone seperti Granblue Fantasy, Cookie Run, Arknights, dan Alchemy Stars.

Kalau game konsol sukanya yang retro, seperti yang dulu ada di PS1 dan PS2. Sebelum ditanya, aku tidak tertarik main Genshin Impact.

Apa ada karakter game yang Crow ingin cosplay?

Aku mau cosplay jadi Bayonetta. Walaupun aku tidak pernah main gamenya, tapi sejak awal tahu Bayonetta dari majalah game dulu jadi interested banget dengan desain karakternya.

Pas nonton gameplaynya juga, “Wah, mbak ini badass banget ya, aku suka banget.” Begitu juga estetika pretty mommy-nya (biasanya wanita lebih tua yang jangkung dan sexy).

Menurut Crow, apa hal terpenting dalam cosplay?

Crow Fubuki

Menurutku sih, selain harus have fun dan enjoy, penting juga kalau kita menghargai cosplayer lain. Jika ada yang cosplay sesuai dengan interpretasi mereka, ada yang sesuai dengan aslinya, hingga pakai tanned foundation (make up foundation dengan warna yang lebih gelap dari warna kulit asli).

Lalu menurutku, itu hal yang sah-sah saja, tidak perlu juga dihina-hina. Selain itu juga jangan sampai gatekeep (membatasi penggemar baru masuk) fandom tertentu. Itu kan aneh, karena sesama nerd culture juga.

Apa Crow ada tips untuk cosplayer baru yang merasa ada tekanan dari keluarga atau lingkungan?

Gas aja, toh ini cuma hobi. Karena yang paling dibebankan dari hobi-hobi juga pada akhirnya adalah dompetmu sendiri.

Lalu, selama kamu persistent (kukuh), mereka juga akan capek sendiri.

Terakhir, apa Crow ada pesan untuk newbie yang baru memulai cosplay?

Pilih karakter untuk di cosplay yang sesuai dengan karakter kalian. Kalau minor (masih di bawah umur), tolong jangan cosplay [jadi karakter] dari hal atau fandom [khusus] dewasa. Karena jelas bahaya.

Baca juga:  World Flipper: Review Game Pinball Smartphone

Lalu, semua orang pasti mulai dari nol. Tidak usah kecil hati kalau mungkin cosplay kamu sekarang belum terasa “Wah”. Keep practising, keep cosplaying!

Written by Roux

Leave a Reply

Easy Cover

Easy Mode: Haruskah ada Mode “Jurnalis Game”

Overwatch Pose

Overwatch 2 Beta: Kekecewaan yang Terus Berlanjut