in

Cloud Meadow: Game Simulasi Ternak Monster 18+

Cloud Meadow Poster

Game dengan konten dewasa atau 18+ kini sangat berkembang pesat di marketplace game seperti Steam. Sejak tahun 2018 Valve secara perlahan merubah peraturan mereka yang menyangkut game dewasa di Steam, dan ini tercerminkan dalam Cloud Meadow.

Sejak perubahan peraturan tersebut, kini ada ribuan game dewasa yang bersliweran di Steam. Namun, seperti game yang dibuat secara independen pada umumnya di Steam, banyak yang kualitasnya sangat buruk.

Cloud Meadow adalah salah satu pengecualian, game garapan Team Nimbus ini bisa ditemukan di laman Steam atau websitenya. Dirilis di Steam pada 4 Maret tahun 2020 lalu, game ini menyajikan banyak konten yang bisa dinikmati pemain.

Sebelum membahas game ini, penulis harus memberikan peringatan bahwa Cloud Meadow adalah game dewasa. Game ini mengandung banyak konten yang hanya layak untuk dikonsumsi pemain di atas umur 18 tahun.

Sistem Game

Cloud Meadow sering disamakan dengan game agrikultur lainnya, yang paling mirip adalah Stardew Valley. Karena gambarnya yang pixelated dan 2D, Stardew Valley juga sering dikatakan mirip dengan Harvest Moon.

Dan seperti Stardew Valley, Cloud Meadow bisa dimainkan hanya dengan mouse. Sejauh ini belum ada implementasi dari gamepad, namun pemain bisa saja menggunakan gabungan mouse dan keyboard.

Dalam game ini pemain diminta untuk mengembangkan peternakan yang terbengkalai di sebuah pulau yang mengapung di langit bernama Cloud Meadow. Pada awal game, pemain diberikan beberapa “hewan” ternak, dan sudah bisa diperanakan.

Romance

Seperti kebanyakan game dengan genre yang sama, Cloud Meadow juga memberikan pemain kebebasan untuk memilih pasangan. Pasangan-pasangan potensial yang bisa didekati oleh pemain memiliki variasi yang luas.

Baca juga:  Review Escape from Naraka : Game Platforming dari Indonesia

Karakter yang bisa dijadikan pasangan juga bisa diajak menjadi anggota tim ketika pemain pergi ke dungeon. Diantaranya adalah Yonten si Yeti, Jaero si Mandrake, Kreyton si Ogre, Brontide dan Goldra 2 Naga bersaudara, dan beberapa karakter lain yang belum diimplementasi.

Ketika mendekati seorang pasangan, pemain akan diperlihatkan animasi mereka dan pasangan mereka berhubungan. Ini juga tidak terbatas pilihan gender pemain, baik Evan (laki-laki) atau Eve (perempuan), tidak membatasi pilihan pasangan.

Turn-based Combat

Mirip dengan game RPG seperti Pokemon, Cloud Meadow juga menyajikan pertarungan yang bersifat turn-based, dimana pemain harus menyerang bergantian dengan lawan dan anggota tim lainnya.

Pemain bisa mengajak karakter lain yang juga bisa dijadikan pasangan romance, atau juga mengajak monster yang ada di peternakan. Lalu sama dengan permainan RPG yang serupa, karakter-karakter ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Penulis sendiri lebih sering menggunakan monster dari peternakan untuk diajak menjadi anggota tim. Hal ini dikarenakan parameter status mereka hanya bisa dinaikkan melalui makanan yang diberikan ke mereka, bukan dari level.

Oleh karena itu, hal ini akan memberikan insentif kepada pemain untuk bertani dan menumbuhkan tanaman dengan kualitas tinggi sesering mungkin.

Farming

Cloud Meadow Farm

Melalui farming atau bertani, pemain bisa menanam bibit tanaman yang bisa dipakai untuk dijual atau diproses menjadi makanan untuk monster ternak. Ini jelas memerlukan kemampuan manajemen agar pemain tetap bisa mendapatkan uang dan bisa memperkuat monster.

Bercocok tanam akan terbagi menjadi beberapa aspek. Tanaman yang bisa ditaman juga bervariasi dalam jenis dan kualitas. Ada tanaman yang bisa dipakai untuk meningkatkan salah satu dari 4 status monster, meningkatkan EXP monster, atau menambah HP ketika dalam dungeon.

Baca juga:  Review Unpacking : Waktunya Kita Berberes!

Selain itu, produk dari hasil bercocok tanam bisa diproses lebih lanjut untuk menjadi bahan makanan lain. Hasil akhir ini bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi atau diberikan ke monster dengan tambahan status yang lebih baik daripada diberikan tanaman mentah.

Breeding

Breeding atau memperanak monster dalam Cloud Meadow mungkin adalah nilai jual utama dalam game ini. Pemain bisa memperanakkan monster mereka dengan berhubungan dengan monster mereka.

Jika pemain berhubungan dengan seekor monster, maka anaknya pasti adalah monster dengan jenis yang sama. Namun, jika monster dipasangkan dengan monster lain, walaupun berbeda spesies, maka spesies anak mereka akan menjadi salah satu dari 2 monster itu.

Fungsi utama dari sistem breeding ini adalah untuk menurunkan dan memperkuat kemampuan pasif dari monster yang dimiliki oleh pemain. Tidak hanya itu, monster juga bisa mendapatkan parameter kemampuan salah satu orang tuanya.

Contoh yang penulis berhasil temukan adalah, jika monster Cat dipasangkan dengan Dragon, walaupun anak mereka tetap Cat, dia bisa memiliki warna Dragon dan kemampuan fisik Dragon, yang jauh lebih tinggi dari Cat.

Sistem ini akan memberikan insentif bagi pemain untuk bereksperimen dengan monster-monster mereka, dan menciptakan kombinasi yang cocok dengan cara main pemain.

Penampilan yang menarik

Cloud Meadow Tavern

Yang menarik perhatian penulis ketika menemukan Cloud Meadow di Steam adalah penampilannya yang sangat mirip kartun mainstream. Cloud Meadow secara singkat terlihat seperti kartun yang bisa ditemukan di Cartoon Network.

Pilihan warna dari game juga tidak kalah menarik. Dengan warna yang sangat mencolok, game ini mungkin agak sulit untuk dihiraukan jika muncul di laman Home di Steam.

Artstyle

Gaya seni yang digunakan untuk mayoritas game ini adalah pixel art. Pixel pada gambar game akan sangat terlihat, terutama dalam gameplay utama dimana pemain harus bertani dan berinteraksi dengan karakter lain.

Baca juga:  Review Among Trees: Berjuang Hidup di Keindahan Belantara

Namun, artstyle ini akan berubah jika pemain berbicara dengan karakter lain atau melakukan “interaksi” dengan monster. Dan seperti yang dijanjikan oleh developer Team Nimbus, kedepannya pemain bisa menantikan lebih banyak lagi gambar-gambar seperti ini.

Desain Karakter

Cloud Meadow Talk

Seperti yang sudah dibahas, desain karakter yang sangat mirip dengan kartun yang bisa ditemukan di Cartoon Network sangatlah menarik. Mungkin dari gambar saja, pemain bisa melihat bahwa karakter utama memiliki ukuran yang kecil jika dibandingkan dengan karakter lain.

Terutama dengan Kreyton, si Ogre yang merupakan sesama petani, dalam sprite saja dia terlihat menjulang tinggi ketika dibandingkan karakter utama yang cenderung kecil. Dan tidak hanya Kreyton, ada lebih banyak karakter lain yang mungkin menjadi tipe dari pemain.

Animasi yang variatif

Dalam Cloud Meadow, ada banyak animasi dimana pemain “berinteraksi” dengan monster dan NPC. Animasi ini tidak terbatas dengan pixel sprite saja, tapi juga animasi dengan resolusi tinggi dan pemain bisa mengganti kecepatannya.

Namun, sekarang Cloud Meadow masih dalam fase Early Access, sehingga belum terlalu banyak animasi yang bisa dilihat dalam resolusi tinggi. Namun, banyak animasi “interaksi” yang lebih sederhana dalam bentuk pixel sprite yang tidak kalah menariknya.

Konklusi

Cloud Meadow pada versinya sekarang sudah menyajikan banyak hal yang bisa dinikmati oleh pemain, namun mungkin akan terasa sangat dangkal. Disisi lain, Team Nimbus menawarkan lebih banyak konten jika berlangganan Patreon mereka.

Untuk sekarang, Cloud Meadow patut untuk diperhatikan perkembangannya. Dengan penggemarnya yang cukup banyak, dan ratingnya yang cukup tinggi di Steam, masa depan game ini terlihat sangat cerah.

Written by Roux

Leave a Reply

NMS Base

No Man’s Sky: Penebusan Dosa Sebuah Perusahaan Game

5-Rekomendasi-Game-PS2-Dengan-Grafik-Luar-Biasa

5 Rekomendasi Game PS2 Dengan Grafik Luar Biasa