Video Game

Easy Mode: Haruskah ada Mode “Jurnalis Game”

Dewasa ini, game memiliki banyak tingkat kesulitan untuk berbagai jenis pemain. Bermulai dari game-game kasual yang mudah untuk dimainkan siapapun, seperti Mario Party. Hingga game yang memiliki niche sendiri seperti Elden Ring.

Dikarenakan hal ini, banyak orang di jagat online yang berargumen kalau game zaman sekarang harus ada mode “Jurnalis Game”. Hal ini agar game mudah ditamati dan diulas oleh para jurnalis yang bergelut di dunia gaming.

Maka, muncul pertanyaan, haruskah pengembang game mengimplementasikan “mode” ini untuk mempermudah lapisan tertentu, atau membiarkan karya mereka memiliki kesulitan tinggi.

“Game Journalist Mode”

“Mode Jurnalis Game” pada awalnya adalah meme yang menjadi viral ketika seorang jurnalis game tidak mampu untuk melewati tahap tutorial game Cuphead. Jurnalis ini tidak bisa menyelesaikan level tutorial, dimana pemain diajarkan cara untuk melakukan air dash.

Ironisnya, tombol-tombol yang harus digunakan terlihat di latar belakang level. Mustahil untuk pemain tidak melihat tombol-tombol ini, sehingga cukup menggelikan ketika ada saja orang yang memiliki pekerjaan untuk mengulas game tidak mampu melihat petunjuk tersebut.

Setelah kejadian ini menjadi viral, “Mode Jurnalis Game” menjadi sebuah istilah populer di jagat internet, terutama di Twitter. Kini, istilah ini menjadi alat olok-olok ketika ada seorang jurnalis game yang mengeluh jika sebuah game terlalu sulit.

Desain Game

Desain game adalah elemen terpenting dalam pengembangannya. Baik itu dari desain level, tingkat kesulitan, cerita, maupun karakternya. Desain-desain ini hanya akan bekerja baik dalam game tersebut, dan kemungkinan besar tidak akan bekerja baik di game lain.

Sebagai contoh, sistem eksplorasi yang diimplementasikan dalam game seperti Uncharted dan Tomb Raider tidak mungkin jika ada di dalam Cuphead. Cuphead adalah game bullet hell sedangkan Uncharted adalah platformer dan pertualangan.

Dan ini bisa digali lebih dalam jika dibagi ke unsur-unsur yang lebih spesifik.

Combat System dan PVP

Combat system atau sistem pertarungan serta PVP juga bisa berbeda-beda dalam setiap game. Unsur inipun juga bisa merubah tingkat kesulitan sebuah game, tergantung dengan orang yang kita hadapi.

Contohnya yang membedakan PVP dalam game seperti Apex Legends dan Dark Souls. Dalam Apex Legends, atau game battle royale lainnya, tergantung dalam mode game yang pemain mainkan, kesulitan akan bervariasi.

Jika bermain dalam mode kasual, maka tingkat kesulitan mungkin tidak akan terlalu tinggi. Sedangkan jika bermain dalam mode ranked, terutama pada peringkat yang tinggi, maka pemain akan mendapatkan pengalaman yang berbeda.

Dalam Dark Souls, sesi permainan pemain bisa diinvasi oleh pemain lain, sehingga tingkat kesulitan menjadi jauh lebih tinggi. Tentu, pemain bisa saja menggunakan mode offline agar tidak ada pengganggu.

Wayfinding

Mencari jalan mungkin bukan hal yang terlalu sulit untuk banyak orang. Hanya menggunakan peta yang sederhana, banyak orang bisa saja menemukan tempat mereka berada dan harus kemana.

Dalam game seperti The Last of Us dan Uncharted, atau game dengan sistem linear yang serupa, pemain bisa menemukan kemana harus mereka pergi. Sedangkan game seperti Sea of Thieves, pemain harus menjadi kreatif.

Game buatan FromSoft terkenal dengan minimnya HUD dalam setiap game mereka. Tidak ada minimap maupun waypoint, sehingga pemain harus mencari jalan mereka sendiri. Dalam Sea of Thieves, pemain harus mampu membaca peta dan bisa menavigasi kapal mereka.

Jika pemain diberitahu harus pergi kemana, secara otomatis mencari arah akan menjadi jauh lebih mudah. Namun cara mencari arah bisa saja dipelajari oleh pemain, sehingga membuat waypoint menjadi tidak relevan.

Storytelling

Cerita adalah salah satu elemen terpenting dalam game, tentu sebuah game bisa saja tidak memiliki cerita. Contohnya adalah Tetris, tidak ada cerita yang bisa pemain pelajari dari mengatur dimana balok-balok tersebut jatuh.

Cerita yang memerlukan partisipasi pemain seperti dalam game-game FromSoft, Sea of Thieves, dan Fallout New Vegas akan diterima berbeda oleh setiap pemain. Dalam game-game ini, pemain harus mencari dokumen-dokumen, membaca, dan mendengarkan rekaman suara.

Bukan hal yang sepenuhnya negatif, jika pemain tidak tertarik dengan cerita game, maka mereka bisa saja bermain tanpa perlu mengetahui ceritanya. Dan sisi positif lainnya, pemain tidak perlu dijejali eksposisi cerita yang akan memakan waktu.

Apakah Game Harus Memiliki Tingkat Kesulitan Tinggi?

Terakhir, apakah game harus sulit untuk dimainkan? Tentu saja tidak, game bisa saja mudah dimainkan dan diperuntukkan untuk lebih banyak orang. Di sisi lain, game yang terlalu mudah juga tidak diterima oleh banyak orang.

Namun, game yang secara desain sudah sulit tidak perlu untuk dijadikan mudah. Karena, pada dasarnya akan merusak desain game yang sudah dipikirkan oleh para pengembang game. Maka, game-game yang memang sulit tidak perlu untuk dijadikan mudah, begitu juga sebaliknya.

Roux

Recent Posts

5 Game Horor Independen Yang Bikin Paranoid

Beberapa tahun terakhir, jagat gaming sangat kekurangan game horor Triple A yang berkualitas tinggi. Game terakhir yang…

2 years ago

Stray: Simulasi Menjadi Kucing di Masa Depan

Sejauh ini pada tahun 2022, sudah cukup banyak game dengan popularitas tinggi yang rilis dan…

2 years ago

Diablo Immortal: Strategi Bisnis yang Imoral

Diablo Immortal adalah salah satu game terbaru buatan Activision Blizzard, sebuah perusahaan game raksasa asal…

2 years ago

Crypto and NFT Games: Bisnis, Judi, dan Permainan

Dewasa ini, apapun yang memiliki unsur crypto dan yang bersangkutan dengan blockchain menjadi marak. Dan,…

2 years ago

Xbox Gamepass: Sebuah Surga Gaming PC

Gamepass dahulu adalah layanan yang hanya bisa dinikmati oleh pengguna Xbox di luar negeri. Menyajikan…

2 years ago

Review V Rising: Menjadi Vampir di Dunia Baru

Genre base building dan open world survival adalah salah satu genre game terlama sepanjang sejarah. Yang…

2 years ago