in ,

Game OMORI: Menampilkan Kesedihan Dalam Game

Game Omori Cover

Gaes, kalian pasti pernah main atau nonton di YouTube game seperti Ib, Mad Father, Corpse Party, dll.

Game-game ini dikenal sebagai RPGMaker Horror, inipun juga termasuk OMORI, yang baru rilis akhir tahun 2020.

Sebelum kita mulai, penulis harus kasih peringatan. Karena game ini mengandung topik yang sangat sensitif. Kalau tidak kuat, jangan dilanjutkan, ya.

Sekarang kita akan mulai pengenalan ke game yang masih relatif baru, dengan desain yang mirip dengan game-game klasik horor yang tadi disebutkan, namanya adalah OMORI.

OMORI memulai development pada tahun 2013, kampanye di Kickstarter pada tahun 2014, pada akhir tahun 2020 OMORI pada akhirnya selesai dan didistribusikan, semuanya memakan waktu sekitar 6,5 tahun.

Karena game ini dibuat oleh tim yang cukup kecil, durasi pengerjaan yang cukup lama ini patut ditoleransi. Selain itu, seluruh aset di dalam game unik karena digambar tangan oleh Omocat, ketua pembuatan OMORI.

Style dan sistem game yang unik

Game Omori Emotions

Gaya di game sangat perlu untuk menggaet pemain, gaes, dan OMORI memiliki gaya yang sangat unik, yaitu semua dalam game yang hand drawn.

Yang pertama pemain lihat di OMORI adalah tampilan layar menu dengan wajah Omori. Ini digambar dengan tangan seperti sketsa yang bergerak-gerak, dan diiringi musik sedih.

Gambar karakter, aset, dan menu yang digambar tangan memberikan kesan yang cukup unik, berbeda dengan game RPGMaker pada umumnya yang menggunakan aset default.

Gameplay dari OMORI mungkin terasa cukup mirip dengan game Undertale, yang merupakan mahakarya Toby Fox. Cerita yang sangat padat dan karakter-karakter unik dan mengesankan.

Baca juga:  Genshin Impact Update 2.2: Apa Saja Yang Baru?

Dalam game, pemain akan menemukan banyak musuh, menyerangnya bergantian seperti game Pokemon atau Persona. Namun yang membedakan adalah adanya sistem emosi yang akan merubah arah pertarungan.

Cerita yang sangat menarik

Game Omori White Space

Gamenya akan diceritakan secara samar, ya. Biar pembaca bisa coba sendiri atau nonton gameplay-nya, karena game ini sayang kalau tidak dinikmati terlebih dahulu.

Setelah memilih “New Game”, pemain langsung disambut ruangan yang serba putih, cuma ada beberapa barang didalamnya, dan pemain hanya bisa mengendalikan Omori.

Ini memang pengenalan ke sistem game yang cukup aneh. Ruang ini dinamakan White Space, yang nanti akan dijelakan kalau ini ada di pikiran Omori, sebagai “tempat aman” di pikirannya.

Ketika keluar dari White Space, kalian akan ketemu teman-temannya Omori yang namanya adalah Hero, Aubrey, dan Kel. Mereka yang akan bantuin Omori selama petualangan kalian.

Lokasi dalam petualangan yang pemain akan lalui terasa seperti dalam mimpi, warnanya lembut, diiringi musik yang tenang, lalu juga monster-monster bisa ditemukan dimana-mana.

Monster-monster ini juga tidak terlihat menakutkan, bahkan beberapa diantara mereka sangat lucu. Seperti makhluk tanaman yang tersesat, kelinci luar angkasa, dan lain-lain.

Sejauh ini mungkin tidak terasa seperti game horor, karena itu adalah tujuan utama dari game ini. Pemain yang berada di dalam pikiran Omori yang ingin menjauhi rasa kesedihan yang dia alami di dunia nyata.

Cerita Omori di dunia nyata tidak akan dibahas disini, karena bisa menjadi spoiler. Game ini lebih baik dimainkan tanpa mengetahui ceritanya secara mendalam agar bisa dinikmati secara mentah-mentah.

Penggambaran gangguan kejiwaan yang cukup akurat

Game Omori Shadow

Ini adalah bagian yang akan mengungkit topik yang cukup sensitif. Kalau pembaca merasa tidak nyaman dengan topik-topik mengenai gangguan kejiwaan, bisa langsung ke tahap konklusi, ya.

Baca juga:  Review Au-Delà - Berhati-hatilah Dalam Gelap!

Ketika pemain memulai gamenya, akan langsung diberikan peringatan kalau game ini mengandung hal-hal yang mungkin untuk kebanyakan orang mengandung topik yang sangat sensitif.

Sudah jelas dari splashscreen kalau game ini bukan untuk anak-anak. Tampilan game yang lucu dan imut bisa saja mengelabui pemain, tapi OMORI tetap game horor. Dalam menu utama game, gambar Omori bergerak-gerak untuk menggambarkan kondisi pikirannya yang tidak tenang.

Omori juga memperlihatkan kecemasannya dalam game. Ketika bermimpi, pemain akan melihat hal-hal yang seharusnya tidak ada disitu. Hal-hal aneh itu juga akan hilang seketika, memberikan rasa paranoid pada pemain.

Unsur horor utama dalam game ini bersumber dari masalah kejiwaan Omori. Rasa takut yang dia alami juga akan disampaikan secara visual dan audio pada pemain. Kecemasan ketika turun tangga di rumah yang gelap di wakili dengan tangan-tangan yang mencoba untuk menggapai Omori.

Ini juga mewakili imajinasi anak-anak seumuran Omori yang cenderung hiperaktif. Seperti anak-anak pada umumnya yang memiliki imajinasi yang fantastis.

Tapi setelah melanjutkan cerita dan mengikuti petualangan Omori, pemain juga akan secara perlahan melawan rasa takut tersebut. Dengan dukungan orang-orang terdekat Omori, ketakutan itu akan hilang perlahan.

Konklusi

OMORI bukanlah untuk semua orang, namun ini adalah game yang sangat bagus untuk dimainkan atau ditonton minimal sekali. Cukup berbeda dengan game horor RPGMaker lainnya, OMORI mengungkit topik yang serius.

OMORI mungkin salah satu game terpenting yang dirilis pada dekade ini. Tidak membawakan cerita yang unik dan penyajian yang menarik, OMORI juga memiliki pesan moral yang baik.

Written by Roux

Leave a Reply

Yuk Daftar jadi Official Community Partner Venom Gaming Freeroam

Game Doki Doki Cover

Doki Doki Literature Club Plus: Bahas Horor